sumber gambar : google.com

Sejuta Rindu Menanti Ramadhan

Wangi Ramadhan telah tercium. ada sejuta rindu untuk menungguinya, rindu pada kebaikan-kebaikan yang terbingkai dalam amalan sholeh. Kerinduan yang pada hakikatnya merupakan kerinduan akan akhirat, kerinduan untuk dapat bertemu dengan Allah swt. Oleh karena itu Dengan penuh pengharapan kepada Allah agar dapat diperpanjangkan umur untuk dapat dipertemukan kembali dengan syahrul mubarak ini. Karena Ramadhan datang dengan seabrek oleh-oleh, bonus dan aneka keuntungan lainnya.

Debaran hati menyambut kunjungan tamu agung ini akan bertambah degupnya manakala Ramadhan tinggal tersisa dalam hitungan jam. Kebahagiaan hati menanti kunjungan Ramadhan ini merupakan ekspresi tahunan yang dirasakan oleh umat islam baik yang dewasa bahkan sampai pada anak-anak kecil. Ramadhan datang untuk mendidik rohani umat islam agar mereka dapat mengenal, menghayati dan mendalami betapa pentingnya menahan diri. Maka nilai keberhasilan seorang muslim dibulan Ramadhan adalah bagaimana ia bisa mengendalikan dirinya dan menaklukan hawa nafsunya.

Ketika Ramadhan telah tiba prioritas seorang muslim akan didominasi oleh segala sesuatu yang berwarna spritual. Hati, lidah, mata, telinga dan semua anggota badannya di tata untuk dijaga. Kemudian simbol-simbol spritualitas seperti mesjid, al-Quran, Halaqah ilmu, fakir miskin dan perkakas ibadah lainnya untuk diakrabinya dalam mendulang pahala di bulan Ramadhan. Semua manusia terlihat berpacu untuk meraih janji Allah berupa ketakwaan.

Lapar dan dahaga tidak menyurutkan semangat dalam beribadah, semuanya hilang dengan berbagai bentuk amalan-amalan puasa. Kesabaran dan keikhlasan menjadi suplemennya. Keridhoan Allah sebagai tujuannya. Kesucian menjadi balutan di hari nan fitri. Itulah sebagian dari sejuta pemandangan bagi orang yang memiliki keimanan yang jujur kepada Allah SWT selama melewati hari-hari dibulan suci ramadhan.

Sambut Ramadhan

Layaknya tamu agung yang datang, sudah semestinya kita menyambut Ramadhan dengan sebuah persiapan yang matang yang akan dibutuhkan untuk dapat bertarung dan istiqamah agar dapat benar-benar merasakan kemenangan dari bulan Ramadhan. Menata hati dengan sepenuhnya serta memperbaiki niat semata-mata hanya untuk memperoleh Ridho-Nya, sebab niat lebih dahulu sampai daripada amalan. Selain itu juga, Ada beberapa rangkaian persiapan yang dapat dilakukan seorang muslim, manakala dia menjemput kemuliaan dan kesucian bulan ramadhan.

Pertama, memperbanyak ampunan (istigfar) kepada Allah SWT. Yang namanya manusia secara fitrawi selalu berbuat salah dan dosa. Inilah bentuk kedhoifan seorang manusia itu sendiri. Kesalahan atau dosa akan menjadi bintik hitam dihatinya, setiap bintik pun menjadi pendorong kemalasan dalam beribadah. Akan sangat disayangkan, apabila kesucian dan kemuliaan bulan ramadhan, dijemput dengan hiasan bintik kotor dihati kita. Maka cara membersihkannya pun, tidak lain dengan banyak-banyak beristigfar. Kedua, membulatkan tekad untuk memaksimalkan ibadah. Tidak ada yang sanggup mengetahui apakah ia masih bisa bersama ramadhan ditahun yang akan datang, ataukah tidak. Jangankan untuk tahun depan, untuk sisa beberapa hari ini saja belum ada jaminan ia bisa bertemu dengan ramadhan pekan depan. Tetapi, jika kesempatan emas itu Allah berikan nanti. Maka idealnya, seorang muslim haruslah berazzam dalam dirinya, untuk memaksimalkan kesempatan dengan ibadah. Karena, mungkin saja ini ramadhan yang terakhir untuk kita.

Kesyukuran bisa kembali bernostalgia dengan bulan ramadhan, membuat kerinduan ini semakin terasa. Bagaimana tidak, Hari-hari yang dilewati nanti menawarkan sejuta pahala dan keutamaan, semua bentuk kebaikan Allah obral besar-besaran. Inilah waktu istimewa Allah bentangkan kasih sayangnya, untuk memberikan kesempatan kepada setiap hamba untuk memperbaiki dan mensucikan dirinya, menjadi pribadi muslim sejati, yang patuh dan tunduk terhadap perintah tuhannya.

Keutamaan Ramadhan

Berbicara ramadhan, kurang rasanya untuk tidak menguraikan keutamaan didalamnya, keutamaan itulah yang membuat sejuta kerinduan terkristal begitu kuat menanti munculnya hilal ramadhan. Berikut seabrek keutamaan yang bisa diraih oleh pribadi muslim yang beriman. Pertama, adanya pengampunan dosa. Rasulullah pernah bersabda, barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka diampuni dosanya yang telah lalu. (HR. Bukhari dan Muslim).

Kedua, Allah menjanjikan syafaat bagi orang yang berpuasa. Rasulullah bersabda, puasa dan Al-Quran itu akan memberikan syafaat kepada seorang hamba pada hari kiamat nanti. Puasa akan berkata,Wahai Tuhanku, saya telah menahannya dari makan dan nafsu syahwat, karenanya perkenankan aku untuk memberikan syafaat kepadanya. (Baca : HR. Ahmad, Hakim, Thabrani).

Tidak hanya sampai disitu, Allah secara khusus menghadiahkan surga untuk orang berpuasa. Dialah surga Ar-Royyaan, dimana lisan Rasulullah pernah berkata, sesungguhnya di surga ada sebuah pintu yang bernama Ar-Royyaan. Pada hari kiamat orang-orang yang berpuasa akan masuk surga melalui pintu tersebut dan tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut kecuali mereka. Dikatakan kepada mereka,Di mana orang-orang yang berpuasa? Maka orang-orang yang berpuasa pun berdiri dan tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut kecuali mereka. Jika mereka sudah masuk, pintu tersebut ditutup dan tidak ada lagi seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut (Baca : HR. Bukhari dan Muslim).

KONKLUSI

Kembalinya waktu istimewa, dengan sejuta iming-iming menggiurkan diatas, mendorong setiap muslim berpacu dan berkompetisi meraih piagam penghargaan yang bernama ketaqwaan. Jangan sampai berlalunya ramadhan kali ini hanya menjadi hiasan penyesalan dan kecelakaan untuk diri kita. Sebab malaikat jibril pernah berdoa, yang doa itu diaminkan oleh Rasulullah SAW, celakalah, bagi orang yang mendapatkan Ramadhan tapi tidak menyebabkan dia diampuni oleh Allah SWT.. Wallahu alam.

Share Artikel :

Leave a Comment